Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7: Cerita Fabel

0
112
Cerita Fabel

Pengertian Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan binatang/hewan yang berperilaku seperti manusia. Fabel merupakan cerita fiksi atau khayalan belaka. Dalam fabel terkadang memasukkan karakter minoritas berupa manusia. Fabel juga disebut dengan cerita moral karena mengandung pesan yang berkaitan dengan moral.

Ciri Ciri Fabel

  • Ciri atau karaktertik cerita fabel diantaranya yaitu:
  • Tokoh yang berperan dalam fabel adalah binatang
  • Tema cerita umumnya tentang hubungan sosial
  • Watak yang digambarkan dalam fabel menyerupai watak atau karakter manusisa seperti baik, buruk, cerdik, egois dan lain sebagainya.
  • Tokoh fabel (binatang) dapat berpikir, berkomunikasi dan bertingkah laku seperti manusia.
  • Ceritanya memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukan kejadian sebab akibat yang diurutkan dari awal sampai akhir, dengan kata lain Jalan ceritanya menggunakan alur maju
  • Konflik dalam fabel mencakup permasalahan dunia binatang yang hampir sama dengan kehidupan manusia
  • Fabel menggunakan latar alam seperti: hutan, sungi kolam, laut, gunung, dll.
  • Ciri bahasa yang digunakan dalam fabel bersifat naratif atau berurutan, dimana berupa dialog yang mengandung kalimat langsung dan menggunakan bahasa informal sehari-hari.
  • Mengandung amanat atau pesan bagi pembacanya.

Unsur-unsur Cerita Fabel:

  1. Tema : ide atau juga gagasan inti sebuah cerita
  2. Tokoh : pemeran/para pelaku yang terlibat di dalam suatu cerita (binatang)
    1. Tokoh protagonis : tokoh baik
    2. Tokoh antagonis : tokoh jahat
    3. Tokoh tritagonis : tokoh penengah
    4. Figuran : tokoh pemeran pembantu
  1. Penokohan : Watak/sifat/karakter yang dimiliki para tokoh (misalnya sifat manusia)
  2. Latar : melingkupi latar tempat, waktu, dan suasana dalam cerita
  3. Alur : jalannya cerita
    1. Alur maju : masa kini ke masa yang akan dating
    2. Alur mundur : masa kini ke masa lalu
    3. Alur campuran : gabungan dari alur maju dan mundur
  4. Sudut pandang : gaya pengarang dalam bercerita
    1. Sudut pandang orang pertama : aku, saya
    2. Sudut pandang orang ketiga : nama tokoh, dia, ia, mereka
  5. Amanat : pesan atau nasihat yang disampaikan oleh pengarang yang terkandung di dalam cerita.

Jenis Jenis Fabel

  • Berdasarkan asal dan ruang lingkupnya, fabel di bagi menjadi:
    1. Fabel lokal/kedaerahan, yaitu fabel yang berasal dari daerah dan penyebarannya terbatas pada ruang lingkup daerah itu sendiri
    2. Fabel nusantara, yaitu fabel yang berasal dari daerah dan telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara.
    3. Fabel internasional, yaitu fabel yang berasal dari suatu negara dan telah menyebar ke seluruh dunia.
  • Berdasarkan penggunaan latar dan perwatakan, fabel terbagi menjadi:
    1. Fabel alami, yaitu fabel yang menyandarkan sifat para tokoh sesuai dengan karakter aslinya.
    2. Fabel adaptasi, yaitu fabel yang menyandarkan sifat para tokoh berbeda dengan aslinya.
  • Berdasarkan kemunculan pesan, fabel terbagi menjadi:
    1. Fabel koda, yaitu fabel yang menampilkan pesan secara jelas (eksplisit) di akhir cerita.
    2. Fabel tanpa koda, yaitu fabel yang tidak menampilkan pesan yang jelas di akhir cerita namun hanya tersirat (implisit) dalam cerita.
  • Berdasarkan isi dan kandungan cerita, fabel terbagi menjadi:
  1. Fabel jenaka, yaitu fabel yang mengandung cerita lucu dan mengundang tawa pembaca
  2. Fabel tragedi, yaitu fabel yang mengandung cerita sedih dan mengundang keprihatinan pembaca.
  3. Fabel romantika, yaitu fabel yang mengandung kisah romantis dan percintaan.
  4. Fabel heroik, yaitu fabel yang mengandung cerita kepahlawanan dan perjuangan

Struktur Teks Cerita Fabel

Adapun struktur cerita fabel diantaranya yaitu:

Orientasi

Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.

Komplikasi

Komplikasi adalah klimaks sebuah cerita yang berisikan mengenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

Resolusi

Resolusi adalah bagian teks yang berisikan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

Koda

Koda adalah bagian terakhir teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita fabel.

Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel

Adapun kaidah atau unsur kebahasaan fabel diantaranya yaitu:

Kata Kerja

Teks fabel memiliki 2 kata kerja yakni:

  • Kata Kerja Transitif yaitu kata kerja yang memiliki objek. Contohnya: Ibu memakan sayur
  • Kata Kerja Intransitif yaitu kata kerja yang tidak memiliki objek. Contohnya: Beni sedang bersiul

Kata Sandang Si dan Sang

Contohnya :

  • Sang kancil berkeliling taman sambil menyapa teman temannya
  • Si siput hanya diam saja mendengar ejekan tersebut

Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Contohnya :

  • Pada suatu hari, semut berjalan ditaman.

Penggunaan Kata Hubung

Kata hubung yang sering digunakan dalam teks cerita fabel diantaranya: lalu, kemudian, dan akhirnya

Contohnya:

  • Akhirnya, sang semut meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Kupu-Kupu Berhati Mulia

Orientasi

Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalanjalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

Komplikasi

Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.

“Hei, kepompong alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?”

Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “ Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong…, tolong….!

Resolusi

Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut.

“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.”

Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman. Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.

Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut. “Aku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata si kupukupu. Ternyata, kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya.”

Koda

Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.

TONTON VIDEONYA:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here