Sejarah Kebudayaan Islam Kelas Empat SD: Ketabahan Nabi Muhammad dalam Berdakwah atas Tentangan Abu Lahab

0
140
Ketabahan Nabi Muhammad dalam Berdakwah atas Tentangan Abu Lahab
POTO Ilustrasi Abu Lahab

Ketabahan Nabi Muhammad dalam Berdakwah atas Tentangan Abu Lahab

Dalam Melaksankan Dakwahnya Nabi Muhammad SAW menghadapi banyak tantangan salah satunya berasal dari pamannya sendiri Abu Lahab. Berikut Ketabahan Nabi Muhammad dalam Berdakwah atas tentangan Abu Lahab.

Abu Lahab bin ‘Abdul Muttalib (Bahasa Arab: أبو لهب‎) (meninggal 624) adalah paman Nabi Muhammad yang terkenal akan kebenciannya terhadap ajaran Islam. Namanya disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Lahab yang merupakan pengutukkan atasnya sebagai salah satu musuh Islam.

Nama lengkapnya adalah Abdul Uzza bin ‘Abdul Muttalib dan panggilannya Abu Lahab (bapak dari api yang berkobar), karena pipinya selalu merah atau seperti terbakar. Istrinya adalah Ummu Jamil, yang telah melahirkan dua anak Utbah bin Abu Lahab dan Utaibah bin Abu Lahab.

Abu Lahab adalah kakak Abdullah (Abdullah adalah ayah Nabi Muhammad). Nama kecilnya adalah Abdul ‘Uzza bin Abdul Mutthalib. ‘Uzza merupakan nama sebuah berhala yang dipuja orang Quraisy. Dia dipanggil dengan sebutan “Abu Lahab” yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia seperti “Pak Menyala”, karena mukanya itu bagus, terang bersinar dan tampan. Istrinya adalah Arwa, saudara perempuan Abu Sufyan Sakhar bin Harb, khalah (bibi dari ibu) dari Muawiyah. Arwa bergelar “Ummu Jamil”, yang berarti “Ibu dari kecantikan”.

Sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, hubungan Muhammad dengan Abu Lahab sangat baik. Dalam suatu riwayat, Abu Lahab sangat senang ketika menyambut kelahiran Muhammad. Ia memandangnya sebagai ganti adiknya yang meninggal di waktu muda, Abdullah (ayah Muhammad). Abu Lahab sampai mengirimkan seorang budak perempuannya yang muda, Tsuaibah, untuk menyusukan Muhammad, sebelum datang Halimatus Sa’diyah dari desa Bani Sa’ad. Anak Nabi Muhammad, Ruqaiyah, menikah dengan anak Abu Lahab, Utaibah.

BACA JUGA: Dongeng Anak Indonesia||Bebek Bersahabat dengan Lebah

Berawal dari dakwah Nabi Muhammad saw dalam jamuan makan, ia menolak dengan keras dan terang-terangan seraya berkata “Tangkap Muhammad ini, kalau tidak, kalian akan dikeroyok oleh semua orang Arab gara-gara Muhammad ini. Bila itu terjadi aku tidak tahu bagaimana jadinya.” Mendengar perkataan Abu Lahab tersebut, Abu Thalib paman Nabi Muhammad saw. yang lain membela Nabi seraya marah dan berkata “Demi Allah, selama kami masih hidup, Muhammad akan selalu kami bela!”.

BACA JUGA: Sejarah Kebudayaan Islam Kelas Empat SD: Dakwah Nabi Muhammad Dalam Menyebarkan Agama Islam

Setelah itu Nabi Muhammad mengumpulkan kaum kafir Quraisy di bukit Shafa. Sebelum Nabi mengatakan bahwa beliau adalah utusan Allah Swt.. beliau berseru “Saudara-saudaraku, bila aku berkata bahwa di belakang bukit itu ada musuh yang hendak menyerang, percayakah kalian?”. Dengan serentak mereka menjawab “Ya! Kami percaya. Kejujuran saudara tiada duanya. Saudara belum pernah berbohong. Saudara adalah orang yang mendapat gelar al-Amin.”

BACA JUGA: Bukan hanya Kaya Vitamin, ini Manfaat Buah Pisang untuk Mengatasi Kebotakan

Setelah mendengar pernyataan kaum kafir Quraisy tersebut, Nabi mengatakan bahwa beliau adalah utusan Allah Swt. Mereka marah dan menentang nabi Muhammad saw. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah orang gila. Paman Nabi yaitu Abu Lahab mencaci dan memaki-maki Nabi seraya berkata “Celakalah engkau wahai Muhammad! Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?” Kemudian Nabi Muhammad saw. hanya diam saja menanggapi perkataan pamannya. Allah Swt. langsung membalas ucapan Abu Lahab kepada Nabi melalui firmanNya dalam Surah al-Lahab Ayat 1–5 sebagai berikut.

الحطب في في جييرها كل من مميش اللهب \ ۱۱۱ : ۱-۵

Artinya:

  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
  2. Tidaklah berguna baginya harta dan apa yang dia usahakan.
  3. Kelak dia akan masuk kedalam api yang bergejolak (neraka)
  4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). 5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (Q.S. al-Lahab/111: 1-5)

Surah tersebut menggambarkan ancaman hukuman Allah Swt terhadap Abu Lahab dan istrinya karena kekejamannya yang selalu menyakiti dan menentang Ketabahan Nabi Muhammad dalam Berdakwah atas Tentangan Abu Lahab serta ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. Ummu Jamil yang merupakan istri Abu Lahab ikut menyebarkan fitnah.

BACA JUGA: Kisah Tabib Sakti Mbah Djugo yang Berhasil Mengobati Wabah Kolera di Pulau Jawa

Suatu ketika, Ummu Jamil mencari Nabi Muhammad dengan membawa batu besar di tangannya. Ia melakukan itu karena tidak tahan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang mengisahkan dirinya. Namun, Allah Swt. telah membutakan mata Ummu Jamil, sehingga saat itu ia tidak dapat melihat Nabi Muhammad saw. yang sedang duduk di dekat Abu Bakar.(bbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here