Sejarah Raja Airlangga Pendiri Kerajaan Kahuripan, Pelajaran Sejarah SD/MI

0
162
Sejarah Raja Airlangga Pendiri Kerajaan Kahuripan, Pelajaran Sejarah SD/MI

Airlangga adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009-1042 dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Sebagai seorang raja, ia memerintahkan Mpu Kanwa untuk menulis Kakawin Arjunawiwaha yang menggambarkan keberhasilannya dalam peperangan.

Airlangga lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu di Bali dari Wangsa Warmadewa; Ibunya bernama Mahendradatta dari Wangsa Isyana dari kerajaan Medang.

Airlangga menikah dengan putri pamannya, yaitu Dharmawangsa Teguh di Watan, ibu kota Kerajaan Medang (Maospati, Magetan Jawa Timur). Ketika pesta berlangsung, kota Watan diserbu Raja Wurawari yang menjadi sekutu Kerajaan Sriwijaya. Kejadian ini tercatat dalam prasasti Pucangan.

BACA JUGA: Sejarah Kebudayaan Islam Kelas Empat SD: Dakwah Nabi Muhammad Dalam Menyebarkan Agama Islam

Dalam serangan itu, Dharmawangsa Teguh tewas, sedangkan Airlangga lolos ke hutan pegunungan Wanagiri ditemani pembantunya Mpu Narotama. Saat itu ia berumur 16 tahun, sejak kejadian itu ia mulai menjalani hidup sebagai seorang pertapa. Bukti peninggalannya dapat dijumpai di Sendang Made, Kudu, Jombang, Jawa Timur. Setelah tiga tahun hidup di hutan, Airlangga didatangi oleh utusan rakyat yang memintanya membangun kembali kerajaan Medang, karena kota Watan sudah hancur, ia membangun kota Watan Mas di dekat Gunung Penanggungan.

Saat pertama kali ia naik tahta wilayah kerajaannya hanya meliputi daerah Sidoarjo dan Pasuruan saja, karena sepeninggal Dharmawangsa Teguh banyak daerah bawahan yang melepaskan diri. Pada tahun 1023 Kerajaan Sriwijaya yang menjadi musuh besar Wangsa Isyana dikalahkan Rajendra Coladewa raja Colamandala dari India. Ini membuat Airlangga leluasa menyiapkan diri untuk menaklukkan pulau Jawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here